



| Kebesaran Tuhan |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 01 March 2010 11:58 | |||
|
Pada saat liburan sekolah, saya bersama keluarga mengunjungi kakek yang tinggal di Cianjur. Perjalanan kami menuju Cianjur melewati Puncak. Sepajang perjalanan, anak saya yang paling kecil, yang saat ini sedang duduk di bangku TK B (TK tahun kedua) bertanya kepada ibunya: “Kenapa ada gunung di sana dan siapa yang menciptakan?” Ibunya kaget mendengar pertanyaan si bungsu dan menyahut. “Ayahmu tahu jawabannya!” Sesaat saya menjadi kaget mendengar jawaban ibunya. Tetapi, ketenangan harus saya perlihatkan di hadapan mereka. Karenanya dengan tetap memegang kemudi mobil saya menjawab: “Gunung itu diciptakan Tuhan untuk sebuah keindahan!” Tetapi, tampaknya jawaban itu belum memuaskan si bungsu. Kemudian dia bertanya lagi: “Mengapa keindahan harus ditunjukkan dengan gunung?” Saya semakin kaget dengan pertanyaan itu. Sekali lagi saya dilatih untuk mengendalikan diri dan menjawab: “Ya, agar enak dipandang mata!” Tampaknya si bungsu sudah merasa puas dengan jawaban itu, pikir saya. Tetapi selang beberapa waktu dia mengatakan sesuatu dengan nada tanya: “Kalau sudah enak dipandang mata, terus mau apa?” Jalanan semakin menanjak sementara jumlah mobil yang lewat pun semakin banyak. Pemandangan di kiri kanan wilayah Puncak telah menghalau rasa bosan yang menyergap jiwa karena kesibukan kerja. Saya harus semakin berkonsentrasi dalam mengemudi. Ibunya menyadari itu dan memberikan jawaban yang singkat: “Ya, begitulah Tuhan menciptakan dunia ini. Semuanya diciptakan dengan baik dan sempurna. Gunung, laut dan langit, semuanya indah. Semua yang diciptakan Tuhan dan enak dipandang mata itu menunjukkan, bahwa Tuhan sungguh-sungguh luar biasa. Semuanya menjadi bukti kebesaran Tuhan. Di hadapan Tuhan, kita manusia ini tidak seberapa. Kita sangat kecil, bagaikan butiran pasir di pantai. Karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah menciptakan semuanya dengan baik dan kita boleh menikmatinya.” Mendengar jawaban dari istriku, saya mulai berpikir, benarlah si bungsu bertanya terus karena saya memberikan jawaban yang begitu umum. Saya hanya memandang gunung dan pemandangan indah sepanjang Puncak dengan mata jasmani saya. Saya tidak memandangnya dengan mata hati sehingga tidak merasakan dan menemukan kebesaran Tuhan dalam alam ciptaan itu. Jawaban istriku telah menghentikan pertanyaan si bungsu dan menyadarkanku, bahwa kebesaran Tuhan tidak bisa ditandingi sekalipun dengan kemajuan teknologi yang begitu rupa. Manusia tetap memiliki keterbatasan di hadapan Tuhan. Keterbatasan itu hanya akan dipenuhi jika kita dengan kesadaran dan kerendahan hati mau mengakui kebesaranNya dan menyerahkan penyelenggaran hidup ini pada kuasanya. Sepanjang perjalanan hatiku menjadi disegarkan. Tiba-tiba, si bungsu bertanya lagi, “Jadi kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan Mahabesar? Memangnya Tuhan sebesar apa sih, Bu?” Sekalipun terlihat kaget dengan pertanyaan itu, tetapi istriku menjawab: “Kebesaran Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kita. Kebesaran Tuhan hanya dapat dirasakan melalui doa-doa kita. Saat kita berdoa, memohon berkat Tuhan dan bersyukur atas rahmat-Nya, kita akan mampu melihat dan merasakan kebesaran Tuhan yang tak tertandingi. Karena itu, kamu harus selalu berdoa kepada Tuhan.” Kurasakan kebijaksaaan seorang ibu mengalir dari jawaban istriku. Semakin kusadari, bahwa kebesaran Tuhan akan semakin terasa ketika kita terus mencoba mendekatkan diri kepadaNya melalui doa-doa kita. Jawabannya menyadarkanku, bahwa kehidupan rohaniku semakin hari semakin compang-camping karena alasan kesibukan kerja sehingga aku pun tidak dapat memberikan jawaban yang pas untuk si bungsu. Dari pertanyaan si bungsu dan jawaban istriku, kesadaranku dibangkitkan. Dalam hati, aku berjanji untuk memperbaiki hidup rohaniku. Saya semakin ingin mendekatkan diri pada Tuhan, agar dapat merasakan kebesaran-Nya. Ternyata, Tuhan telah bekerja melalui buah hatiku yang masih begitu polos ini. Sepanjang perjalanan itu pula, dalam hatiku kulambungkan pujian bagi Allah.***
|
|||
| Last Updated on Tuesday, 02 March 2010 14:28 |





