Mari kita merenung, Tentang kehidupan, pekerjaan dan keluarga kita, Tentang mereka yang dekat di hati kita, Tentang kualitas hidup kita, Tentang mereka yang lebih kurang beruntung dibanding kita, Tentang apa yang sudah dan dapat kita lakukan bagi mereka, Jika kita bercermin diri, Sesungguhnya mereka adalah gambaran tentang kita, Bila kita ingin hidup kita terlihat lebih baik, Sesungguhnya kita dapat membuat hidup mereka lebih baik, Melalui kisah-kisah yang kami sajikan, Mari berbagi kesusahan dan kesenangan, Mari berbagi pengalaman dan pemikiran, Mari berbagi kehidupan kita, Mari menjadikan dunia ini Tempat yang lebih nyaman, Untuk kita jadikan tempat persinggahan, Dalam Meniti Peziarahan Iman kita
Dengan semakin banyak membaca buku, tulisan dan artikel yang sarat dengan pesan moral positif, memotivasi dan inspiratif, maka kita akan semakin siap dalam menghadapi, menyikapi dan mengatasi berbagai macam tantangan kehidupan dewasa ini. Namun, dalam menjalani rutinitas sehari-hari, kita menyadari bahwa begitu banyak waktu yang terbuang percuma, misalnya ketika kita terjebak dalam kemacetan lalu-lintas, selama menempuh perjalanan, menunggu giliran atau antrian dan lain-lain. Sesungguhnya, dalam melakukan aktifitas rutin sehari-hari indera penglihatan atau mata kita telah bekerja lebih keras dibandingkan dengan indera pendengaran atau telinga kita.
Tiada Dusta Lahir Dari Ketulusan Cinta
Written by Administrator
Monday, 01 March 2010 12:09
Dalam SMS ucapan valentine, seorang teman mengirimkan sms yang bunyinya: “Kemarin Tuhan mencintai kita. Hari ini Tuhan mencintai kita juga. Besok pun Tuhan tetap mencintai kita, karena cinta-Nya tak pernah habis untuk kita. Selamat berbagi cinta dengan sesama. Selamat hari kasih sayang! Ingat: Tuhan mencintai kita selamanya!”
Mengampuni. Kata yang sangat sulit untuk diwujudkan. Mayoritas dari kita semakin hari semakin sulit mengampuni. Inginnya, segala sesuatu berbalas sepadan. Darah dibayar darah; nyawa dibayar nyawa. Dendam dan keinginan membalas seakan-akan terus saja dipelihara sehingga tidak ada ruang di hati untuk mengampuni orang lain yang melakukan kesalahan. Selalu ada sosok timbangan sebagai wujud keadilan dan hukum yang harus di jadikan dasar hidup.
Pada saat liburan sekolah, saya bersama keluarga mengunjungi kakek yang tinggal di Cianjur. Perjalanan kami menuju Cianjur melewati Puncak. Sepajang perjalanan, anak saya yang paling kecil, yang saat ini sedang duduk di bangku TK B (TK tahun kedua) bertanya kepada ibunya: “Kenapa ada gunung di sana dan siapa yang menciptakan?” Ibunya kaget mendengar pertanyaan si bungsu dan menyahut. “Ayahmu tahu jawabannya!”
Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman-teman dan sahabat-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.